Minggu, 26 Mei 2013

Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Pendapatan nasional yaitu:
-           Nilai barang dan jasa yang dihasilkan oelh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) ang
        dihitung berdasarkan nilai pasar
-           Jumlah balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi karena penggunaan faktor produksi untuk
         menghasilkan barang dan jasa dalam satu periode tertentu (satu tahun)
-           Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan

Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) yaitu:
Nilai barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga negara asing) di  dalam suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun dinyatakan dalam jumlah uang.

Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product yaitu
Seluruh nilai produksi barang dan jasa dinyatakan dalam jumlah uang yang dihasilkan masyarakat suatu negara baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negri dalam kurun waktu satu tahun ( hasil produksi perusahaan asing/warga negara asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut tidak dihitung)
PNB = PDB + PFPN

Jika PDB lebih besar dari PNB maka penanaman modal asing (PMA) lebih besar dari penanaman modal negara itu di luar negeri. Negara-negara berkembang biasanya PDB lebih besar dari PNB

PFPN (Pendapatan Faktor Produksi Neto), yaitu Selisih antara Pendapatan Faktor Produksi Neto dari Luar Negeri dikurangi Pembayaran Faktor Produksi Neto ke Luar Negeri

Produk Nasional Neto (PNN) atau Net National Product (NNP) yaitu
Jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam periode tertentu, biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan penggantian barang modal (replacement)
PNN = PNB – (Penyusutan + Pengantian Barang Modal)

Pendapatan Nasional Neto (PNN) atau Pendapatan Nasional (PN) atau Net National Income (NNI) yaitu
Jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam kurun waktu satu tahun setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Contoh pajak tidak langsung:  pajak penjualan, pajak impor, bea ekspor, cukai, pajak pertambahan nilai (PPN),  dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM)
PN = PNN – Pajak tidak langsung + Subsidi

Pendapatan Perseorangan atau Personal Income (PI) yaitu
Jumlah seluruh penerimaan masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi laba ditahan, iuran asuransi,iuran jaminan social, pajak perseroan dan ditambah transfer payment.
PI = PN – (Pajak perseroan + Laba ditahan + Iuran) + Transfer payment

Pendapatan disposibel atau Disposible Income (DI) yaitu
Pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan, penerimaannya setelah dikurangi pajak lansung
DI = PI – Pajak langsung

Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
1.         Pendekatan Pendatan (Income Approach)
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan penerimaan (balas jasa) dari faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa pada kurun waktu satu tahun.
Bentuk balas jasa dari faktor produksi :
Tenaga kerja – upah (gaji) atau wage (w)    
Tanah – sewa atau rent (r)
Modal – bunga atau interest (i)        
Kewirausahaan/pengusaha – laba (keuntungan) atau profit (p)
NI = w + r + i + p  

2.         Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh penge-luaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu tahun.
Pengeluaran yang dijumlahkan meliputi :
-           Pengeluaran konsumsi rumah tangga untuk pembelian barang dan jasa  untuk memenuhi kebutuhan saat
        ini (C)
-           Pengeluaran pemerintah  untuk membayar gaji PNS, membeli pera-latan, perbaikan jalan, pembelian
        senjata, dll (G)
-           Pengeluaran investasi atau pembentukan modal tetap domestik bruto berupa pembelian alat-alat
        produksi, bangunan baru, pembangunan jembatan, jaringan irigasi, dll (I)
-           Ekspor neto yaitu selisih antara ekspor dengan impor (X – M)
PDB = C + G + I + ( X – M)  

3.         Pendekatan Produksi (Production Approach)
Pendapatan  nasional  dihitung dengan  menjumlahkan  nilai  produksi barang dan jasa akhir (barang dan jasa jadi) selama satu tahun.
Penghitungan pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh nilai produk jadi yang dihasilkan suatu negara selama periode tertentu
NI = estraktif  + agraris + industri + niaga + jasa
NI = E + A + I + N + J

Contoh menghitung pendatan nasional

Jenis produksi
Nilai input
Nilai output
Nilai tambah
Kapas
Benang
Kain
Kemeja
0
5.000
7.500
12.500
5.000
7.500
12.500
20.000
5.000
2.500
5.000
7.500
45.000
20.000


Berdasar data di atas maka besarnya sumbangan empat jenis barang untuk pendapatan nasional sebesar Rp 20.000 (nilai tambah) bukan Rp 45.000 (nilai output)

Manfaat dan Tujuan Mempelajari Pendapatan Nasional
Manfaat mempelajari penghitungan pendapatan nasional:
1.         sumber informasi bagi pemerintah untuk menilai efektivitas kebijakan yang telah diambil
2.         menggambarkan jenis perkonomian dan strukturnya
3.         membandingkan perekonomian antar negara/antar daerah
4.         memperkirakan perubahan pendapatan riil
5.         membandingkan perekonomian antar negara
6.         membandingkan tingkat kemajuan ekonomi dari waktu ke waktu
7.         merumuskan kebijakan pemerintah

Tujuan mempelajari penghitungan pendapatan nasional:
1.         mengetahui perkembangan pendapatan dari tahun ke tahun
2.         mengetahui struktur perekonomian suatu negara, apakah negara agraris atau negara industri
3.         mengetahui kemajuan suatu negara dalam mencapai kemakmuran
4.         mengetahui pertumbuhan perekonomian

Pendapatan per Kapita 
Pendapatan per Kapita yaitu pendapatan rata-rata penduduk suatu negara
Variabel yang digunakan untuk menghitung pendapatan per kapita yaitu:
-           Produk Domestik Bruto (Pendapatan Nasional)
-           Jumlah penduduk

Secara matematis pendapatan per kapita dihitung dengan rumus:
            Pendapatan per Kapita = Produk Domestik Bruto (PBD)    
                                                      Jumlah Penduduk

Manfaat penghitungan pendapatan per kapita:
1.         tingkat perbandingan kesejahteraan masyarakat suatu negara dari tahun ke tahun
2.         data pernadingan tingkat kesejahteraan suatu negara dengan negara lain
3.         pedoman pengambilan kebijakan di bidang ekonomi
4.         perbandingan standar hidup suatu negara
5.         bahan perencanaan pembangunan di masa yang akan datang

Hubungan Pendapatan Nasional (PN), Penduduk dan Pendapatan per Kapita (PP)
-           Jika PN tinggi tetapi jumlah penduduk besar maka PP rendah
-           Jika PN rendah tetapi jumlah penduduk kecil maka PP tinggi
-           Jadi tinggi rendahnya PP dipengaruhi oleh Jumlah PN dan jumlah penduduk.
-           Jumlah PN, jumlah penduduk dan besar PP merupakan tiga hal yang saling berhubungan.

Perbandingan Pendapatan per Kapita (PP)
Pengelompokkan negara berdasarkan PP oleh Bank Dunia



No
Kelompok Negara
Besar PP
1


2


3


4
Berpendapatan rendah (low income econo-mies)

Berpendapatan menengah bawah (lower middle income economies)

Berpendapatan menengah tinggi (upper middle income economies)

Berpendapatan tinggi (high income econo-mies)
≤ $765


$766 - $3.035


$3.036 - $9.385


≥ $9.386

sumber : http://himawanpras67.blogspot.com


Jumat, 17 Mei 2013

Struktur Pasar


Pasar persaingan sempurna adalah pasar di mana penjual dan pembeli sangat banyak sehingga harga tidak dapat ditentukan oleh seseorang melainkan oleh kekuatan penawaran dan permintaan.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:
a)    pembeli dan penjual banyak sehingga penjual dan pembeli secara perseorangan tidak dapat  sesukanya menentukan harga di pasar
b)     barang yang diperjualbelikan bersifat homogeny
c)     pemerintah tidak ikut campur dalam pembentukan harga
d)     pembeli bebas memilih produk
e)     penjual dan pembeli mengetahui keadaan pasar.

Keuntungan pasar persaingan sempurna
Baik penjual maupun pembeli memiliki posisi tawar yang sama, karena pada pasar persaingan sempurna jumlah penawaran sama dengan jumlah permintaan (Qs = Qd).
Harga barang bisa lebih rasional (tidak terlalu mahal atau pun terlalu murah) dan kualitas barang pun bersaing.
Pasar oligopoli adalah suatu pasar di mana hanya terdapat sedikit penjual yang saling bersaing dengan jumlah pembeli yang banyak.
Ciri-ciri pasar oligopoli:
          a)      hanya ada beberapa perusahaan yang mendominasi pasar
          b)      barang yang dihasilkan atau dijual bersifat sama
          c)      sulit untuk masuk ke pasar karena investasinya tinggi
timbulnya pasar oligopoli ini disebabkan proses produksi menuntut dipergunakannya teknologi modern yang mendorong ke arah produksi secara besar-besaran sehingga persaingan melalui iklan sangat kuat.
Pasar monopoli adalah suatu pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai perdagangan barang atau jasa. Satu penjual tersebut menguasai penjualan sehingga mereka bebas menentukan harga dan barang yang dijualnya.
Ciri-ciri pasar monopoli:
a)      hanya ada satu penjual
b)     pembeli tidak punya pilihan lain dalam membeli barang
c)     tidak ada perusahaan yang dapat membuat barang substitusi yang sempurna
d)      harga ditentukan oleh perusahaan.

Pasar monopolistik adalah pasar di mana hanya terdapat satu pembeli sehingga memiliki kemampuan untuk menetapkan harga.
Pasar persaingan monopolistik adalah pasar yang di dalamnya terdapat persaingan antara pedagang yang melakukan monopoli barang-barang yang diperjualbelikan pada dasarnya sama, tetapi jenisnya beraneka ragam.
Ciri-ciri pasar monopolistik:
a)       terdapat banyak penjual
b)       terdapat diferensiasi produk
c)        produsen dapat mengendalikan harga pada tingkat tertentu.

Senin, 13 Mei 2013

Program C++

cara untuk membuat Output bentuk seperti gambar  dibawah ini :













output tersebut menggunakan program C++ dan codingan programnya sebagai berikut.


#include <iostream.h>
#include <conio,h>
void main()
{
int a,b,c,d,f,g,h;
cout<<"Masukan angka : "; cin>>a;
for (b=1:b<=a-1;b++­)
{
for (c=1;c<=a;c++)
{
cout<<" ";
}
for (d=1;d<=b;d++)
{
cout<<"*";
}
cout<<endl;
}
cout<<" ";
for (b=1;b<=(a*2)-1­;b++)
{
cout<<"*";
}
cout<<endl;
h=2;
for (f=a-1;f>=1;f--­)
{
for (c=1;c<=h;c++)
{
cout<<" ":
}
for (g=1;g<=f;g++)
{
cout<<"*":
}
h=h+1;
cout<<endl;
getch();
}

tuliskan codingan di atas pada program C++ yang nantinya akan menjadi output pada gambar di atas.
semoga dapet membantu. ^^



Sabtu, 11 Mei 2013

PRILAKU PRODUSEN



PRILAKU PRODUSEN
Perilaku produsen adalah kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang dihasilkan bermutu tinggi sehingga bisa di terima di masyarakat.
Seorang produsen mempunyai satu masalah pokok, yaitu bagaimana dengan sumber daya yang terbatas mereka mereka dapat mencapai hasil yang optimal atau keuntungan yang besar. Oleh karena itu laba adalah suatu ukuran keberhasilan bagi produsen.
Perilaku produsen dalam kegiatan perekonomian
1.    Bagi Masyarakat : Tanggung jawab sosial produsen kepada masyarakat.
2.    Bagi Pemerintah: Produsen merupakan partner untuk menjalankan tugas pemerintah dalam mewujudkan tatanan masyarakat.
Perilaku produsen dalam kegiatan produksi

1.      Perencanaan: Faktual dan realistis, logis dan rasional, fleksibel, komitmen,komprehensi.
2.      Pengorganisasian: Dalam pengorganisasian ini rencana dilakukan dalam sebuah dengan cara mengkoordinasi.
3.      Pengarahan: Suatu cara agar produsen bisa melakukan rencana dengan baik atau rencana bsa terwujud.
4.      Pengendalian: Proses pengontrolan yang dilakukan oleh produsen.
Produsen dan Fungsi Produksi

Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dan orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan  faktor – faktor produksi. Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.
Perilaku produsen dilakukan semata-mata agar tidak merugikan produsen namun juga tidak memberatkan konsumen. Dengan demikian daya konsumsi akan stabil karena antara konsumen maupun produsen sama-sama saling membutuhkan.

1. Faktor produksi asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :
Alam. Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.
2. Faktor produksi turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian.

Fungsi Produksi
Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jeans. Dalam fungsi produksi, jeans itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan penambahan tenaga kerja. Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :

Q = f(L, R, C, T)

Dimana :

Q         = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F          = symbol persamaan (function)
L          = tenaga kerja (labour)
R         = kekayaan alam (resources)
C         = modal (capital)
T         = teknologi (technology)

  Produksi Optimal

Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.
Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis.
Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.

Tingkat Produksi Optimal
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.

Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :
1.   barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2.  selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
3.   Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.

Least Cost Combination

Least Cost Combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. ISoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variable dengan tingkat putput tertentu. Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.
Sumber : http://nandacahyani.wordpress.com/2012/10/08/perilaku-produsen/

Rabu, 17 April 2013

PERILAKU KONSUMEN


PRILAKU KONSUMEN

Prilaku konsumen adalah proses atau aktiviatas yang dilakukan oleh semua individu yang berhubungan dengan pembelian pencarian dan pengunaan, selain itu juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keiinginannya. Dalam memenuhi kebutahan dan keinginannya prilaku konsumen juga harus bisa mengambil keputusan yang matang dalam pembeliaan barang dan jasa. Pengambilan keputusan yang matanglah yang menjadi pioritas yang utama dalam prilaku konsumen, supaya dapat memenuhi kebutuhannya dalam jangka panjang

Pendekatan perilaku konsumen terdiri dari 2 bagian yaitu :

a. Pendekatan Marginal Untility (Cardinal) dan Idenfference Curve (ordinal)

1. Pendekatan marginal Curve Utility (cardinal) beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satuan, missalnya uang.

2. Pendekatan Indifference Curve (ordianal) yang beranggapan bahwa kepuasan konsumen tidak dapat di ukur dengan satu satuan. Tingkat kepuasan konsumen hanya dapat dinyatakan lebih tinggi atau lebih rendah. Dalam pendekatan Marginal Utility digunakan anggapan sebagi berikut.

· Utility bisa diukur dengan uang.

· Hukum Gossen ( The Law Of Diminishing Retrurns) berlaku yang menyatakan bahwa “semakin banyak suatau barang yang dikonsumi. Maka tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap satuan tambahan yang dikonsumsikan akan menurun”

· Konsumen berusaha memaksimumkan kepuasan.

Total Utility adalah seluruh kepuasan yang diperoleh dari menkonsumsi sejumlah barang tertentu.

Marginal Utiliy adalah tambahan atau pengurangan kepuasan sebagian akibat dan pertambahan atau pengurangan satu unit barang tertentu..

Apabila yang dikonsumsi hanya 1 barang, maka tinggkat kepuasan maksumum dapat dicapai pada saat total utilitynya mencapai maksumum. Apabila yang dikonsumsi 2 macam ata lebih, maka kepuasa maksimum dapat dicapai apabila marginal utility untuk sejumlalh barang yang dikonsumsi sama besarnya.

CONTOH SOAL 1

apabila seorang konsumen membeli durian & mangga, Jika harga durian dan mangga Rp 500, berapa jumlah durian & mangga yang akan di beli bila pendapatan nya Rp 2500 ?


M = Px.Qx + Py.QY

M= Pendapatan Px = Harga durian Qx = Jumlah durian Py = Harga mangga

Qy = Jumlah mangga

M = Pd Qd + Pm Qm

2500 = 500(2) + 500(3)

2500 = 1000 + 1500

Elastisitas adalah ukuran derajad kepekaan jumlah permintaan terhadap perubahan salah satu factor yang mempengaruhi.

Elastisitas dibagi menjadi :


1. Price Elasticity (Elastis harga) adalah perubahan kwantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan harga barang tersebut.


Ep = % perubahan kuantitas yang diminta / % harga barang tersebut

E > 1 à Elastis

E < 1 à Inelastis

E = 1 à Elastisitas tunggal

Price (harga)
Jumlah yang diminta

Rp. 1.000,00
Rp. 2.000,00
200 unit
50 unit

% prubahan permintaan = 50 unit - 200 unit / 200 unit x 100%
= - 150 unit / 200 unit x 100%
= - 75%2. Cross Elasticity (Elastisitas Silang) adalah perubahan jumlah yang diminta terhadap sesuatu barang sebagai akibat dari perubahan harga baranga lain.

Ec = % perubahan kuantitas yang diminta / % perubahan harga barang tersebut
Ec positif untuk barang substitusi dan negative untuk barang komplementer.

CONTOH :

Variasi harga dan jumlah barang yang diminta berupa gula pasir, gula jawa dan gula batu untuk semester I dan II periode tahun tertentu berdasarkan laporan penjual eceran sebagai berikut:

Barang semester 1 Semester 2
P / Kg Q / kg P / Kg Q / Kg
Gula Pasir (P) 11000 20000 13000 25000
gula Jawa (J) 7000 15000 8000 13000
Gula Batu (B) 8000 7000 10000 4000

Jawab :

Tingkat elastisitas silang antara gula pasir (P) dan gula Jawa (J)


Epj = (Qp / Pj ) ( Pj / Qp )
∆Qp = 25.000 – 20.000 = 5.000

∆Pj = 8.000 – 7.000 = 1.000

Pj = 7.000 dan Qp = 20.000

Jadi :

Epj = (5)(0,35) = 1,75

3. Income elasticity (Elastisitas Pendapatan ) adalah % perubahan kwantitas barang yang diminta segabai akibat dari perubahan pendapatan riil.


Ec = % perubahan kuantitas yang diminta / % perubahan harga rill

Produsen adalah suatu kelompok atau perorangan yang memiliki badan usaha yang mampu menghasilkan output dalam bentuk barang atau jasa

Fungsi Produksi adalah suatu fungsi yang menunjukan hubungan antara berbagai kompinasi input yang digunakan untuk menghasilkan Output.

MENGOPTIMALKAN PRODUKSI adalah upaya meningkatkan nilai dari suatu produksi. Seperti meningkatkan kualitas produksi, jumlah produksi, manfaat produksi, bentuk fisik produksi, dsb.

Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.

Contoh.

1. PT. ABG adalah perusahaan pemasok material bahan baku yang sedang melayani sebanyak 60 perusahaan pelanggan, studi yang dilakukan oleh bagian akuntansi menunjukkan bahwa biaya administrasi dan penjualan setiap pelanggan di ketahui merupakan fungsi TC = 40.000 + 50Q + 4Q2, dimana TC pertahun ($) dan Q adalah banyaknya perusahaan pelanggan, dengan menggunakan model regresi kubik anda diminta untuk :

Hitung biaya tetap perusahaan setiap tahunnya

Hitung biaya rata-rata sekarang yang dikeluarkan perusahaan untukmelayani sebanyak 60 pelanggan

Hitung jumlah pelanggan pada tingkat output pada biaya rata-rata minimum

Jawaban Soal

a. intersep (kontanta) untuk fungsi biaya total kuadratik diatas adalah $ 40,000. Hal ini mengindikasikan bahwa biaya tetap perusahaan per tahun aladah :$ 40.000

b. Pada saat sekarang perusahaan sedang melayani 60 perusahaan pelanggan (Q=60), sehingga biaya rata-rata per perusahaan adalah :

AC = TC/Q = (40000 + 50Q + 4Q2)/Q

= {40000 + (50) ( 60) + 3 (60)2 } / 60

= 57400 / 60

=957

Jadi biaya rata-rata yang dikeluarkan perusahaan untuk melayani setiap perusahaam pelanggan adalah $957

BIAYA PRODUKSI MINIMAL

Biaya produksi merupakan jantung dari keputusan suatu bisnis. Perusahan harus memberi perhatian penuh terhadap biaya, karena setiap sen biaya yang keluar maka akan mengurangi laba perusahaan. Biaya sangat penting untuk diperhitungkan sebab biaya digunakan untuk membuat keputusan produksi suatu barang dan penjualan atas dasar biaya dan harga barang.

Biaya produksi adalah semua pengeluaran perusahaan untuk memperoleh faktorfaktor produksi yang akan digunakan untuk menghasilkan barang-barang produksi oleh perusahaan tersebut. Untuk analisis biaya produksi perlu diperhatikan dua jangka waktu,yaitu :

1. jangka panjang, yaitu jangka waktu di mana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan dan

2. jangka pendek, yaitu jangka waktu dimana sebagian faktor produksi dapat berubah dan sebagian lainnya tidak dapat berubah. Dalam bab ini hanya dibahas biaya produksi jangka pendek.

Biaya produksi dapat dibedakan ke dalam dua macam, yaitu :

1. Biaya tetap (fixedcost) dan

2. Biaya variabel (variable cost).

Dalam analisis biaya produksi perlu memperhatikan(1) biaya produksi rata-rata : yang meliputi biaya produksi total rata-rata, biaya produksi tetap rata-rata, dan biaya variabel rata-rata ; dan (2) biaya produksi marjinal, yaitu tambahan biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk menambah satu unit produksi.

Jadi, dari segi sifat biaya dalam hubungannya dengan tingkat output, biaya produksi dapat dibagi ke dalam:

(1) Biaya Total ( Total Cost = TC) . Biaya total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi.

TC = TFC + TVC

Dimana TFC = total fixed cost; dan TVC = total variable cost.

(2) Biaya Tetap Total (total fixed cost = TFC). Biaya tetap total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat berubah jumlahnya. Sebagai contoh : biaya pembelian mesin, membangun bangunan pabrik, membangun prasarana jalan menuju pabrik, dan sebagainya.

(3) Biaya Variabel Total (total variable cost = TVC). Biaya variabel total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi variabel.

Contoh biaya variabel : upah tenaga kerja, biaya pembelian bahan baku, pembelian bahan bakar mesin, dan sebagainya.

(4) Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost = AFC). Biaya tetap rata- rata adalah biaya tetap total dibagi dengan jumlah produksi.

TFC

AFC = ——- ( di mana Q = tingkat output)

Q

(5) Biaya Variabel Rata-Rata ( Average Variable Cost = AVC). Biaya variabel rata-rata adalah biaya variabel total dibagi dengan jumlah produksi.

TVC

AVC = ——–

Q

(6) Biaya Total Rata-Rata ( Average Total Cost = AC). Biaya total rata-rata adalah biaya total dibagi dengan jumlah produksi.

T C

AC = ——— atau AC = AFC + AVC.

Q

(7) Biaya Marginal ( Marginal Cost =MC). Biaya marginal adalah tambahan biaya produksi yang digunakan untuk menambah produksi satu unit.

DTC

MC = ———–

DQ

Sumber :

Pengantar ekonomi, Universitas Gunadarma, Adi Kuswanto

http://ramadhantrisumarsono.blogspot.com/2010/03/mengoptimalkan-produksi.html

https://sites.google.com/site/artikelmatakuliah/ekonomi-mikro

http://latansablog.wordpress.com/2012/05/06/elastisitas-silang/

http://bduhgendut.blogspot.com/2011/04/contoh-elastisitas-harga.html

http://biannur.wordpress.com/2012/03/09/biaya-produksi-minima/

Jumat, 05 April 2013

TEORI ORGANISASI UMUM 2


MATERI TEORI ORGANISASI UMUM 2


Nama        : TRI AJI WANTORO                        
NPM         : 17111161
Kelas         : 2KA 39               

  
Ruang Lingkup Ekonomi
1.Definisi dan metodologi ekonomi.

adalah ilmu yang mempelajari metode, umumnya metode ilmiah, yang berhubungan dengan ekonomi, termasuk prinsip tentang pertimbangan ekonomi.

2. Masalah-masalah yang mempengaruhi mekanisme harga.

Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia dihadapkan pada berbagai masalah. Hal ini dimungkinkan karena jumlah dan macam kebutuhan manusia tidak terbatas. Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah bagi produsen dan konsumen.

Masalah ekonomi bagi produsen

Berikut masalah ekonomi yang harus dihadapi oleh produsen :

a. Barang apa yang harus diproduksi (what)

b. Bagaimana barang tersebut diproduksi (why)

c. Untuk siapa barang tersebut diproduksi (what for)

Masalah ekonomi yang dihadapi konsumen

Masalah pokok yang dihadapi konsumen adalah terbatasya alat pemuas, padahal kebutuhan manusia tidak terbatas. Agar konsumen dapat memenuhi berbagai kebutuhannya maka konsumen akan menyusun skala prioritas. Adapun hal-hal yang mempengaruhi skala prioritas adalah tingkat pendapatan atau penghasilan, kedudukan seseorang, dan faktor lingkungan.

PENGARUH MEKANISME HARGA
·         Krisis financial
·         What to produce  Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi , karena sumber daya yang   terbatas sementara kebutuhan yang tidak terbatas,
·        How to produce Menentukan cara barang diproduksi. Dalam hal ini metode produksi atau teknologi mana yang akan digunakan ? Di sini, pelaku produksi memerlukan penggunaan metode produksi atau teknologi yang paling efisien dalam pelaksanannya, artinya yang dapat menghasilkan suatu barang dan jasa dengan pengorbanan (atau biaya) yang paling rendah.
·         To whom  Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi. Salah satu masalah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi dibagikan adalah masalah tentang keadilan dan pemerataan distribusi.

3. Definisi sistem ekonomi dan macam-macam sistem ekonomi.
Sistem ekonomi  adalah suatu kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran
Macam macam sitem ekonomi :

Sistem Ekonomi Terpusat atau Komando


Sistem ekonomi komando sering juga disebut sebagai sistem ekonomi sosialis atau terpusat. Sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat. Oleh karena itu, dalam sistem ekonomi ini peranan pemerintah dalam berbagai kegiatan ekonomi sangat dominan

 Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan suatu tata cara kehidupan perekonomian yang dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah, tetapi masyarakat masih mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-kegiana ekonomi yang ingin mereka jalankan.
Sistem ekonomi campuran sering kali disebut sebagai perpaduan antara sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando, maksudnya pemeintah dan masyarakat atau pihak swasta bekerja sama dalam memecahkan masalah ekonomi sehingga perekonomian tidak lepas kendali. Kegiatan perekonomian pada sistem ini diserahkan kepada kekuatan pasar

    Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis disebut juga sistem ekonomi terpusat. Mengapa disebut terpusat? Karena segala sesuatunya harus diatur oleh negara, dan dikomandokan dari pusat. Pemerintahlah yang menguasai seluruh kegiatan ekonomi.

Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal disebut juga sistem ekonomi pasar bebas atau sistem ekonomi laissez faire. Sistem ekonomi liberal adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Filsafat atau ideologi yang menjadi landasan kepada sistem ekonomi liberal adalah bahwa setiap unit pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang akan memberikan keuntungan kepada dirinya, maka pada waktu yang sama masyarakat akan memperoleh keuntungan juga

Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran
1. Definisi penawaran dan permintaan.
Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya.

2. Hukum permintaan dan penawaran.

Hukum permintaan

Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:

“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”

Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap

Hukum penawaran
Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakinrendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:

“Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”

Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).

3. Faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran.
     Berikut ini merupakan factor factor yang mempengaruhi permintaan
·         Harga barang itu sendiri
Harga barang akan mempengaruhi jumlah barang yang di minta jika harga naik jumlah permintaan barang tersebut akan meningkat. Dan kebalikannya.
·         Harga barang subtitusi atau pengganti
Harga barnag dan jasa pengganti ikut mempengaruho jumlah barang dan jasa yang diminta apabila harga dari barnag subtitusi lebih murah maka orang akan beralin pada barang subtitusi tersebut .
·         Harga barnag komplementer atau perlengkap
Barang pelengkap juga dapat memempengaruhi permintaan barang/jasa misalnya sepeda motor barnag komplementernya bensin apabila bensnin naik maka kecenderungan ornang untuk membeli sepeda motor akan turun.
·         Pendapatan
Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya permintaan barang dan jasa

a. Menjelaskan apa yang mempengaruhi pergeseran kurva permintaan dan penawaran.

Kurva permintaan dikatakan mempunyai kemiringan negatif,  dari kiri atas ke kanan bawah. Kurva permintaan ini bisa bergeser disepanjang kurva permintaan apabila terjadi perubahan harga, jumlah pendapatan konsumen dan perubahan jumlah barang yang diminta.

Sedangkan pergerakkan kurva permintaan hanya bisa terjadi apabila jumlah barang berubah. Kurva permintaan dikatakan bertambah apabila kurvanya bergerak ke kanan atas dan dikatakan berkurang apabila kurvanya bergerak ke kiri bawah.

Dan factor factor yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran
·         Tingkat teknologi yang digunakan
·         Harga Input
·         Harga produk-produk yang berkaitan.
·         Kebijakan pemerintah
Faktor factor yang mempengaruhi pergesaran kurva permintaan
·         Rata-rata pendapatan konsumen
·         Ukuran pasar
·         Harga dan ketersediaan produk-produk yang berkaitan
·         Pengaruh-pengaruh khusus.
Dibawah ini merupakan contoh kurva permintaan dan penawaran
arga dari suatu produk (P), ditentukan oleh keseimbangan antara tingkat produksi pada harga tertentu (yaitu penawaran: S) dan tingkat keinginan dari orang-orang yang memiliki kekuatan membeli pada harga tertentu (yaitu permintaan: D). Grafik ini memperlihatkan adanya peningkatan permintaan, dari D1 ke D2, seiring dengan peningkatan harga dan kuantitas (Q) produk yang terjual.

Sumber Faktor Faktor diatas : http://andreabelle.wordpress.com
4. Penentuan harga keseimbangan.

PENENTUAN HARGA KESEIMBANGAN Harga keseimbangan atau harga ekulibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan antara kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli dan penjual dimana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Sehingga terjadilah transaksi antara penjual dan pembeli.

Sumber :